Minggu, 28 September 2008
Gadis Colombia Syahadat Lewat Internet
Selengkapnya....
Sabtu, 19 Juli 2008
Do'a Dua Malaikat Setiap Subuh
Realita Umat Islam Sekarang
| Oleh : dakwatuna |
| 26 Juni 2008 - 08:39 |
Tidak dapat dipungkiri bahwa era sekarang adalah Era Amerika Serikat (al-Ashr al-Amriki). Seluruh dunia memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap AS, Israel dan sekutunya.... |
Remaja di Kepung Hantu
| gaulislam edisi 038/tahun |
| Eit, bukan maksudnya remaja dikepung hantu betulan, tapi dikepung film-film hantu. Sebut saja di Planet Hollywood, pertengahan November 2006, menjelma menjadi Planet Hantu. Pemutaran perdana film Bangku Kosong diisi dengan belasan remaja berseragam sekolah yang berambut acak-acakan dan dengan celak tebal. Mereka memasang wajah yang bermaksud seram, tapi malah jadi lucu. |
Mentri Muslim Pertama Inggris
"Jihad Politik" Muhammad Natsir
| Opini | |
| Saturday, 19 July 2008 | |
| Berbeda dengan politikus sekarang yang bermewah-mewah. Ia tak malu mengenakan kemeja kusam dan jas bertambal meski jabatannya adalah Menteri | |
Sabtu, 12 Juli 2008
34 Parpol Ikut Pemilu 2009, Bikin Boros Uang Negara
Banyaknya jumlah partai dalam pemilu 2009 sangat mengagetkan, jumlahnya meningkat hampir 50% dari pemilu kamaren. Sebenarnya makin banyak parpol maka akan semakin membuat bingung masyarakat. Apalagi kecenderungan citra parpol semakin anjlok akibat skandal suap dan seks wakil2 parpol di DPR maupun MPR. Citra negatif semacam ini yang menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap parpol dan menanggung kekecewaan terhadap wakil mereka sehingga sikap masyarakat menjadi apatis. Disamping masalah kebingungan masyarakat terhadap semakin banyaknya jumlah parpol. Hal ini juga berpengaruh pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh negara untuk menyelenggarakan pemilu 2009. Padahal besarnya biaya yang dikeluarkan tidak berbanding lurus dengan anemo masyarakat terhadap munculnya parpol2 yang baru. Menurut hemat saya, alangkah baiknya jika uang negara digunakan untuk hal2 yang lebih produktif. Semisal untuk kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat banyak. Masyarakat kita sudah muak dengan janji2 parpol yang senantiasa menjual mimpi dan kebohongan. Ujung2nya apabila sudah menjadi wakil, bisa dipastikan hanya mewakili kepentingan golongan dan pribadi. Mereka senantiasa menutup mata, telinga dan hati serta mengesampingkan tugas utama yakni sebagai penyambung lidah rakyat. Masyarakat sudah tidak lagi percaya dengan wadah aspirasi mereka. Jadi, apakah dengan banyaknya jumlah partai merupakan solusi untuk bangkit dari keterpurukan mental bangsa ini??. Menurut kamu gimana??